x

DPRD Lampung Sambut Rute Internasional Lampung–Malaysia, Yusnadi: Jangan Hanya Seremonial, Harus Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Feb 2026 14:11 14 Fakta Parlemen

Bandar Lampung — DPRD Provinsi Lampung menyambut positif kembali dibukanya rute penerbangan internasional Lampung–Malaysia melalui Bandara Raden Inten II. Namun, kalangan legislatif mengingatkan agar penerbangan tersebut tidak berhenti sebatas seremoni, melainkan berkelanjutan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara nyata.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, mengapresiasi langkah Dinas Perhubungan Provinsi Lampung yang kembali menghadirkan penerbangan internasional dari Bumi Ruwa Jurai. Menurutnya, ini merupakan terobosan penting yang patut didukung bersama.

“Pertama kita ucapkan selamat kepada Dinas Perhubungan yang sudah melakukan terobosan sehingga penerbangan internasional Lampung–Malaysia ini bisa terwujud. Tapi jangan sampai ini hanya seremonial atau hanya sekali terbang, mengingat sebelumnya pernah ada penerbangan serupa yang akhirnya berhenti,” kata Yusnadi, Rabu (11/02/2026).

Anggota Fraksi PKS DPRD Lampung itu menilai rute Lampung–Malaysia merupakan pintu strategis yang harus dijaga konsistensinya agar memberi manfaat luas bagi masyarakat. Ia menegaskan, Lampung memiliki potensi besar di berbagai sektor yang dapat dipromosikan ke pasar mancanegara, mulai dari pariwisata alam dan religi, kekayaan budaya, hingga kuliner serta komoditas unggulan hasil bumi.

“Kalau ini dijaga dan berjalan rutin, penerbangan Lampung–Malaysia bisa menjadi kunci mendatangkan wisatawan, pelaku usaha, hingga investor. Ini bukan tujuan akhir, tetapi sarana konektivitas ke negara lain di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

Yusnadi menambahkan, penerbangan reguler tidak hanya melayani mobilitas penumpang, tetapi juga membuka jalur distribusi barang dan jasa yang lebih efisien. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.

Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, pengelola bandara, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan guna memastikan keberlanjutan rute tersebut. Dukungan kebijakan, promosi wisata yang agresif, serta pembenahan destinasi menjadi faktor penentu agar maskapai tetap sehat secara ekonomi dan rute tidak kembali terhenti.

“Tugas pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan adalah memastikan penerbangan ini tidak berhenti di tengah jalan. Harus ada kesinambungan kebijakan, promosi wisata yang berkelanjutan, perbaikan destinasi, serta dukungan agar maskapai tetap sehat secara ekonomi,” tegasnya.

Selain mendorong keberlanjutan rute internasional tersebut, Yusnadi juga meminta agar penerbangan umrah melalui Bandara Raden Inten II segera direalisasikan. Menurutnya, jumlah jemaah umrah asal Lampung cukup tinggi dan selama ini masih harus berangkat melalui bandara di luar daerah.

“Kalau bisa berangkat langsung dari Lampung, tentu akan memudahkan masyarakat dan sekaligus menjadi potensi peningkatan PAD,” ujarnya.

Untuk diketahui, penerbangan internasional perdana rute Lampung–Kuala Lumpur dijadwalkan berlangsung pada Kamis (12/02/2026). Penerbangan inaugural tersebut akan dilayani maskapai TransNusa dengan jadwal keberangkatan pukul 11.00 WIB menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

Dibukanya kembali rute internasional ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan konektivitas udara Lampung ke luar negeri, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai gerbang Sumatra bagian selatan menuju pasar regional dan global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x