
BANDAR LAMPUNG — Publik Kota Bandar Lampung dibuat tercengang setelah muncul data belanja di lingkungan BPPRD Kota Bandar Lampung yang menunjukkan pengadaan amplop dinas bernilai fantastis hingga Rp131.310.500.
Yang menjadi sorotan bukan hanya nilainya yang dianggap terlalu besar, tetapi juga spesifikasi barang yang dinilai “kelas premium”.
Dalam rincian pengadaan disebutkan item tersebut berupa Amplop Dinas ukuran Folio berbahan Linen ukuran 24 x 11 yang dikerjakan oleh vendor bernama Karya Perdana.
Bahan linen sendiri dikenal sebagai jenis kertas eksklusif bertekstur halus yang lazim digunakan untuk undangan mewah, sertifikat, maupun dokumen formal berkelas tinggi.
Tak heran, publik pun ramai mempertanyakan urgensi penggunaan amplop premium untuk kebutuhan surat-menyurat pemerintahan
.
“Ini kantor pemerintah atau perusahaan elite? Masa amplop dinas pakai bahan linen sampai ratusan juta rupiah?” ujar seorang warga Bandar Lampung dengan nada heran.
Sorotan terhadap pengadaan amplop mewah ini semakin tajam karena muncul di tengah gencarnya kampanye efisiensi anggaran dan digitalisasi administrasi pemerintahan.
Pemerintah selama ini mendorong penggunaan sistem paperless untuk mengurangi pemborosan belanja alat tulis kantor dan bahan cetak.
Namun realitas di lapangan justru memunculkan angka pengadaan yang dianggap tidak masuk akal oleh sebagian masyarakat.
Tak hanya amplop linen, BPPRD Bandar Lampung juga tercatat memiliki total anggaran belanja alat dan bahan kantor mencapai Rp1,8 miliar.
Hingga 20 Mei 2026, realisasinya bahkan sudah mencapai sekitar Rp845 juta.
Nama Vendor Berulang Kali Muncul
Jika ditelusuri lebih jauh, nama vendor tertentu tampak mendominasi berbagai paket pengadaan bahan cetak di lingkungan BPPRD.
Beberapa pengadaan yang menjadi perhatian antara lain:
Amplop Dinas Linen — Rp131.310.500
Bahan Cetak — Rp69.930.000
Bahan Cetak — Rp30.559.965
Bahan Cetak — Rp34.164.000
Bahan Cetak — Rp28.080.000
Sebagian besar paket tersebut disebut dikerjakan oleh vendor yang sama, yakni Karya Perdana.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait mekanisme pengadaan dan distribusi proyek di lingkungan instansi tersebut.
Laptop Gaming Ikut Disorot
Selain belanja amplop premium, masyarakat juga menyoroti anggaran Belanja Modal Personal Computer senilai lebih dari Rp1,2 miliar.
Dalam rincian pengadaan disebutkan adanya perangkat seperti: Acer Veriton Z4 AIO Core i7
Printer Epson Ecotank, Notebook/Laptop Hybrid Asus ROG G531 GT
Nama seri Asus ROG yang identik dengan laptop gaming kelas tinggi langsung menuai perhatian publik.
“Kalau untuk kerja administrasi, kenapa spesifikasinya seperti perangkat gaming? Ini yang harus dijelaskan,” kata seorang pemerhati anggaran daerah.
Publik Minta Penjelasan Terbuka
Munculnya angka-angka fantastis untuk belanja cetak dan perlengkapan kantor membuat masyarakat mendesak adanya keterbukaan informasi dari pihak terkait.
Sejumlah aktivis meminta aparat pengawas internal maupun lembaga penegak hukum melakukan pemeriksaan guna memastikan seluruh pengadaan berjalan sesuai kebutuhan dan aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPPRD Kota Bandar Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penggunaan amplop berbahan linen premium maupun pengadaan perangkat komputer dengan spesifikasi tinggi tersebut. (Red)

Tidak ada komentar